Jumat, 28 Juni 2019

Drama Jataka

 Naskah Drama GABI

Judul: SUTASOMA (Jatakamakla)
Dikerajaan Kaurawa hiduplah pangeran Sutasoma yang dicintain segenap rakyatnya. Pangeran Sutasoma bijak dan welas, ia tersohor diseluruh negeri akan kecintaannya terhadap kebenaran. Suatu ketika Pangeran berjalan-jaqlan di taman.
Pangeran: Bukankah itu Brahmana Suci? Aku ingin mendengar Ajarannya.  Rama berikanlah Ajaran suci dan saya akan menghadiahi Rama.
Brahmana: Dengarkanlah kalau begitu Pangeran Welas.
Namun Tiba-tiba terdengar suara kentongan tanda bahaya
Pangeran: Maaf Rama, Saya berjanji akan mendengarkan ajaran Rama setelah ini.
Brahmana: Saya akan menunggu disini pangeran welas.
Prajurit: Pangeran …pangeran….pangeran bahaya. Si pemakan manusia telah datang dan ingin menangkap pangeran (sambil membawa kentongan)
Berita buruk tak menggetarkan kewelasan Sutasoma.
Pemakan Manusia: Aku telah menaklukkan 100 Raja. Tinggal Sutasoma.. hahahha…hahha.
Dimana Sutasoma, apakah kamu…?. (sambil mengamuk dengan beringas)
Pangeran: Jangan kejar mereka, kemarilah pemakan manusia. Aku disini (sambil naik kuda)
Pemakan manusia: Engkau Sutasoma?
Pangeran: Iya, ini aku (kuda sudah dilepaskan)
Pemakan manusia telah menangkap pangeran kemudian mengiktnya dan dibawa masuk gua oleh pemakan manusia.
Pemakan Manusia: huuuuh….Capek juga ternya. Akan ku korbankan engkau besok.
Pangeran: (terlihat sedih)…Ajalku telah dekat, tetapi aku masih meninggalkan janji mendengar ajaran brahmana dan menghadiahinya. Pasti brahmana telah menungguku.
Pemakan Manusia: haha…engkau menangis pasti karena takut mati.
Pangeran: Tidak pemakan manusia, melainkan saya menangisi janji saya yang tak terpenuhi.
Pengeran: Lepaskan lah saya agar bisa kembali menemui Brahmana itu, lalu saya berjanji akan kembali epadamu sendirian.
Pemakan Manusia: Baiklah, Larilah nanti juga akan aku tangkap lagi.
Pangeran: Jika saya berjanji, maka saya akan menepatibnya.
Pemakan manusia: terserahlah, pergi sana!
Maka Sutasoma memenuhi janjinya.
Brahmana: Demikianlah Kalimat  Suci.
Pangeran: Menakjubkan Rama, puas hati saya hingga rela saya menyambut ajal.
Kemudian pangeran menemui Ayahanda dan Ibunda

Pangeran: Ayahanda, saya sudah berjanji akan kembali ke pemakan manusia.
Raja: Anakku, Jangan pergi. Kaulah pewaris tahta kerajaan ini.
Pangeran: (sambil berjalan)…..Ayahanda, buat apa saya membaca naskah suci kalau tidak berpegang pada janji.
Pangeran Sutasoma menemui pemakan manusia
Pangeran: saya kembali wahai pemakan manusia
Pemakan manusia: (sambil kaget)…Hah…kenapa kau kembali?
Pangeran: Bukankah engkau mengira saya tak akan kembali, Sutasoma selalu memenuhi janji.
Pemakan Manusia: aku tidak akan buru-buru mengorbankanmu, ceritakanlah kalimat Brahmana itu.
Pangeran: Menceritakan kalimat suci pada makhluk jahat sepertimu itu sia-sia.
Pemakan Manusia: Biasanya orang lain takut dan gemetar melihatku. Apa kau tidak takut mati?
Pangeran: Aku tidak takut padamu, aku lebih takut melanggar kebenaran. Aku berlindung dalam kebenaran. Saya membangun balain derma, mengobati orang sakit, saya tak pernah berbuat jahat. Bagaimana denganmu pemakan manusia?
Pemakan Manusia: (sambal bersujud) aku kaan tobat pangeran mulia, demi mendengarkan ajaranmu.
Pangeran: Jika bertemu orang bijak sekali saja, bersahabatlah dengan mereka. Dengarkan kata-kata mereka, maka engkau akan memahami kebaikan dan kejahatan.
Pemakan manusia: Aku bersumpah hidup bajik mulai saat kini pangeran mulia.
Pangeran: (sambil mengelus kepala pemakan manusia) Jangan berbuat jaqhat lagi pemakan manusia.
Demikianlah Drama dari Sekolah Minggu Ananda

2 komentar: